26 Januari 2026

Magelang Pos – Badai salju besar yang mendekati Washington, DC, tidak akan menghentikan Kongres Amerika Serikat dari melaksanakan tugas konstitusionalnya, yakni mensertifikasi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Mike Johnson, menegaskan bahwa proses tersebut tetap akan dilakukan sesuai jadwal, terlepas dari kondisi cuaca yang ekstrem.

“Akta Penghitungan Electoral mewajibkan proses sertifikasi ini dilaksanakan pada 6 Januari pukul 1 siang. Oleh karena itu, meskipun badai salju melanda, kami akan berada di ruang sidang untuk memastikan proses ini berjalan sesuai hukum,” ujar Johnson dalam wawancara dengan Fox News. Ia juga menambahkan bahwa dirinya berharap seluruh anggota Kongres dapat hadir dalam sesi penting tersebut.

Pada hari Senin, Kongres AS yang baru akan melangsungkan prosedur resmi untuk menghitung dan mensertifikasi hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Donald Trump, kandidat dari Partai Republik. Wakil Presiden Kamala Harris, yang menjadi kandidat dari Partai Demokrat dalam pemilu kali ini dan mengalami kekalahan, diperkirakan akan memimpin jalannya proses sertifikasi. Setelah langkah resmi ini selesai, Donald Trump dan wakil presiden terpilih, JD Vance, akan dilantik dan mulai bertugas pada 20 Januari mendatang.

Namun, badai salju yang melanda wilayah ibu kota AS memberikan tantangan tambahan. Pada Minggu, pemerintah Washington, DC, mengumumkan keadaan darurat yang berlaku hingga 7 Januari. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat, termasuk pembelian bahan pokok. Menurut laporan dari koresponden RIA Novosti, banyak rak toko kelontong di pinggiran Washington terlihat kosong akibat persiapan warga menghadapi cuaca buruk.

Sementara itu, CNN melaporkan bahwa badai musim dingin ini mengancam keselamatan sekitar 62 juta penduduk yang tersebar di wilayah tengah dan timur Amerika Serikat. Cuaca ekstrem ini membawa ancaman salju lebat, es licin yang berbahaya, hujan deras, dan badai petir yang parah. Dampaknya diperkirakan akan meluas ke setidaknya selusin negara bagian, dengan potensi pemadaman listrik di banyak wilayah. Negara bagian yang lebih hangat juga menghadapi ancaman badai petir kuat yang dapat menimbulkan kerusakan.

Meski menghadapi cuaca yang menantang, persiapan pelaksanaan sidang Kongres tetap berjalan. Sertifikasi hasil pemilu merupakan bagian penting dari proses demokrasi AS yang telah diatur dalam Konstitusi. Proses ini melibatkan penghitungan suara elektoral yang telah disahkan di setiap negara bagian untuk memastikan pemenang pemilihan presiden.

Mike Johnson menegaskan pentingnya melaksanakan proses ini tanpa hambatan. “Kondisi cuaca tidak boleh menjadi alasan untuk menunda atau mengabaikan tanggung jawab konstitusional kita,” katanya. Johnson juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Kongres akan tetap bekerja sesuai jadwal meski badai mengancam keamanan perjalanan bagi para anggotanya.

Sementara itu, di lapangan, pemerintah setempat dan otoritas cuaca terus memantau perkembangan badai salju ini. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak dan memastikan persediaan makanan, air, dan kebutuhan darurat lainnya mencukupi selama kondisi ekstrem berlangsung.

Badai musim dingin ini tidak hanya menjadi ujian bagi masyarakat yang terdampak, tetapi juga bagi sistem politik AS yang tengah menjalani proses transisi kekuasaan. Dengan segala tantangan yang ada, Kongres menunjukkan komitmen kuat untuk menjalankan tugas konstitusionalnya, memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai aturan meskipun di tengah kondisi cuaca yang sulit.

Proses sertifikasi ini juga akan menjadi langkah terakhir sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Januari. Dengan melanjutkan sesi meski di tengah badai salju, Kongres AS menegaskan bahwa demokrasi dan pemerintahan tidak boleh terhenti oleh ancaman apa pun, termasuk bencana alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *