Sumber: freepik.com
Hai sobat Magelang Pos! Sempatkah kalian diberi formula antibiotik dikala sakit? Walaupun kerap kita dengar serta mengkonsumsi, nyatanya tidak seluruh orang betul- betul mengerti tentang jenis- jenis antibiotik serta gunanya. Antibiotik bukan obat sembarangan, lho! Obat ini cuma dapat melawan peradangan yang diakibatkan oleh kuman, bukan virus. Nah, biar kalian tidak salah kaprah lagi soal antibiotik, ayo kita bahas macam- macam antibiotik serta apa saja khasiatnya di dunia kedokteran.
Penisilin, Sang Sangat Legendaris
Penisilin merupakan tipe antibiotik awal yang ditemui serta sampai saat ini masih banyak digunakan. Antibiotik ini efisien melawan bermacam peradangan kuman semacam peradangan kerongkongan, peradangan kulit, serta peradangan saluran respirasi. Contoh antibiotik dalam kelompok ini merupakan amoksisilin serta ampisilin. Tetapi ingat, sebagian orang dapat alergi terhadap penisilin, jadi senantiasa beri ketahui dokter bila kalian memiliki riwayat alergi ini.
Cephalosporin, Sang Penangkal Peradangan Kulit serta Saluran Kemih
Cephalosporin ialah kelompok antibiotik yang masih berhubungan dengan penisilin, tetapi umumnya digunakan dikala penderita alergi terhadap penisilin. Antibiotik ini kerap digunakan buat menyembuhkan peradangan saluran kencing, peradangan kulit, sampai pneumonia. Sebagian contohnya merupakan cefixime serta ceftriaxone. Dosis serta penggunaannya pasti wajib cocok formula dokter.
Makrolida, buat yang Memiliki Permasalahan Alergi
Jika kalian alergi terhadap penisilin, makrolida dapat jadi alternatif. Antibiotik tipe ini memiliki spektrum luas serta kerap digunakan buat peradangan saluran respirasi, peradangan kuping, serta sebagian peradangan kulit. Contoh makrolida merupakan eritromisin, klaritromisin, serta azitromisin. Dampak sampingnya umumnya lebih ringan, sehingga lumayan kerap diresepkan pada kanak- kanak pula.
Tetrasiklin, Sang Penghancur Jerawat Bandel
Tidak hanya buat peradangan, tetrasiklin pula diketahui jitu menanggulangi jerawat parah. Antibiotik ini bekerja dengan metode membatasi perkembangan kuman. Tetapi, tetrasiklin umumnya tidak diberikan pada kanak- kanak di dasar umur 8 tahun serta bunda berbadan dua sebab bisa mempengaruhi perkembangan gigi. Salah satu contoh antibiotik ini merupakan doksisiklin.
Fluoroquinolone, Andalan buat Peradangan yang Serius
Fluoroquinolone umumnya digunakan buat menanggulangi peradangan yang lumayan sungguh- sungguh, semacam peradangan saluran kencing yang rumit, peradangan prostat, sampai peradangan tulang. Contoh dari kelompok ini antara lain ciprofloxacin serta levofloxacin. Sebab lumayan kokoh, antibiotik ini cuma diberikan buat permasalahan tertentu serta tidak boleh digunakan sembarangan supaya tidak memunculkan resistensi.
Sulfonamida, Obat Lama yang Masih Relevan
Sulfonamida merupakan salah satu antibiotik tertua, tetapi masih digunakan sampai saat ini, paling utama dalam penyembuhan peradangan saluran kencing serta sebagian tipe diare. Salah satu yang lumayan diketahui merupakan campuran trimetoprim serta sulfametoksazol (co- trimoxazole). Antibiotik ini umumnya berupa tablet serta pula ada dalam wujud cairan buat kanak- kanak.
Aminoglikosida, Buat Peradangan Kuman Gr Negatif
Tipe antibiotik ini umumnya diberikan melalui suntikan serta digunakan di rumah sakit buat menanggulangi peradangan berat, paling utama peradangan yang diakibatkan oleh kuman gr negatif. Contohnya gentamisin serta amikasin. Sebab dapat mempengaruhi guna ginjal serta rungu, penggunaannya wajib sangat hati- hati serta dipantau secara ketat oleh tenaga kedokteran.
Carbapenem, Kelas Berat di Dunia Antibiotik
Carbapenem merupakan tipe antibiotik yang digunakan buat peradangan sungguh- sungguh yang telah kebal terhadap antibiotik lain. Umumnya digunakan di rumah sakit buat penderita dengan peradangan parah semacam sepsis ataupun pneumonia berat. Contohnya merupakan meropenem serta imipenem. Penggunaannya sangat terbatas serta diawasi ketat buat menjauhi resistensi besar.
Antibiotik Topikal, Langsung buat Cedera serta Kulit
Tidak hanya antibiotik oral ataupun injeksi, terdapat pula antibiotik topikal yang langsung dibalurkan ke kulit. Umumnya digunakan buat cedera terbuka, peradangan ringan di kulit, ataupun jerawat. Contohnya merupakan mupirocin serta neomycin. Walaupun nampak ringan, senantiasa wajib digunakan cocok anjuran dokter supaya tidak memunculkan iritasi ataupun respon alergi.
Bahaya Memakai Antibiotik Sembarangan
Berarti buat diingat, pemakaian antibiotik wajib cocok dengan anjuran dokter. Memakai antibiotik tanpa formula dapat menimbulkan resistensi antibiotik, ialah keadaan di mana kuman jadi kebal terhadap antibiotik. Dampaknya, peradangan jadi lebih susah diatasi serta dapat beresiko. Jangan kurang ingat buat menghabiskan antibiotik cocok dosis walaupun indikasi telah membaik, ya!
Kesimpulan
Antibiotik memiliki banyak tipe serta guna yang berbeda- beda bergantung tipe infeksinya. Walaupun sangat menolong dalam dunia kedokteran, pemakaian antibiotik wajib bijak serta cocok ketentuan. Jangan asal minum antibiotik tanpa formula dokter sebab dapat memunculkan dampak samping sungguh- sungguh sampai resistensi.
