
Magelang Pos – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan), Mayjen TNI Tri Budi Utomo, pada Rabu (20/11/2024) di Balikpapan, Kalimantan Timur, secara resmi menetapkan 500 warga sipil dari berbagai daerah di Kalimantan sebagai anggota Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat. Para anggota komcad baru ini setelah menjalani pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) selama dua bulan, mulai dari 23 September hingga 19 November 2024, di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Penerimaan anggota Komcad Matra Darat Gelombang II Tahun 2024 ini menandai langkah penting dalam penguatan pertahanan negara, khususnya terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam amanat yang dibacakan oleh Sekjen Kemenhan, Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada para anggota baru tersebut. Menurutnya, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang diberikan oleh para warga sipil ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya bela negara.
“Semangat dan pengabdian yang saudara berikan sangat luar biasa. Ini adalah bukti nyata kesadaran akan pentingnya bela negara sebagai bagian dari rakyat Indonesia,” kata Tri Budi Utomo saat membacakan amanat Menteri Pertahanan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, para anggota baru komcad itu menunjukkan kemampuan bela diri, diikuti dengan atraksi tarian perang khas Suku Dayak, melompat melalui ring api, serta demonstrasi kemampuan antiteror. Upacara ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan fisik para anggota baru, tetapi juga menandakan komitmen mereka dalam mendukung pertahanan negara.
Pada tahun 2024 ini, Kementerian Pertahanan juga telah menetapkan sejumlah anggota komcad lainnya, termasuk 500 warga sipil yang ditetapkan pada 11 September 2024, serta 1.145 mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) pada 18 September 2024. Secara keseluruhan, hingga November 2024, telah ada 2.145 warga sipil yang resmi menjadi bagian dari Komcad Matra Darat. Dengan tambahan anggota baru ini, total warga sipil yang telah terdaftar sejak program ini dimulai pada 2021 mencapai 10.719 orang, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Komcad sendiri pertama kali dibentuk pada 2021, seiring dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Program ini merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Melalui program ini, TNI berupaya memperkuat kekuatan di tiga matra—daratan, laut, dan udara—dengan melibatkan warga sipil yang telah terlatih dan siap membantu menjaga pertahanan negara dalam situasi darurat.
Melalui program Komcad, Kementerian Pertahanan berharap dapat membangun sistem pertahanan yang lebih tangguh, yang tidak hanya bergantung pada kekuatan TNI, tetapi juga melibatkan peran serta aktif masyarakat. Ke depan, diharapkan program ini dapat terus berkembang, dengan jumlah anggota komcad yang semakin banyak, sehingga mampu mendukung kekuatan pertahanan negara yang lebih efektif dan terkoordinasi.