Magelang Pos – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatatkan angka yang sangat signifikan terkait dengan sampah yang dihasilkan dari kegiatan pendakian di kawasan tersebut pada periode April hingga Oktober 2024. Selama periode tersebut, total sampah yang terkumpul mencapai 31.156,43 kilogram atau lebih dari 31 ton. Kepala Balai TNGR NTB, Yarman, menyampaikan hal ini dalam sebuah keterangan di Mataram pada Sabtu (18/11), dan mengungkapkan bahwa tingginya jumlah sampah ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.
Yarman menegaskan bahwa semakin banyak wisatawan yang berkunjung, semakin besar pula dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, khususnya terkait dengan pengelolaan sampah. “Tingginya tingkat kunjungan wisatawan di kawasan Gunung Rinjani, meskipun berdampak positif bagi perekonomian warga, juga menambah tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah yang dihasilkan,” ujar Yarman. Hal ini menyoroti pentingnya peran serta semua pihak, baik dari instansi pemerintah, masyarakat, maupun pengelola wisata, untuk bekerja sama dalam menangani masalah sampah di kawasan wisata Gunung Rinjani.
Untuk menanggulangi permasalahan sampah ini, berbagai langkah telah dilakukan oleh Balai TNGR. Salah satunya adalah kegiatan “clean up” yang rutin dilaksanakan oleh Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani bersama mitra lainnya. Selain itu, Balai TNGR juga menerapkan kebijakan “pack in, pack out”, yang mewajibkan para pendaki untuk membawa turun sampah yang mereka bawa naik ke gunung. Yarman menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat penting untuk mencegah penumpukan sampah di jalur pendakian, yang dapat merusak keindahan alam dan ekosistem di sekitar Gunung Rinjani.
Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani yang menjadi mitra Balai TNGR dalam pengelolaan kebersihan di Gunung Rinjani, secara rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih dan pengelolaan sampah di seluruh jalur pendakian. Selain itu, banyak trekking organizer, kelompok pecinta alam, dan para stakeholder lainnya yang secara mandiri melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan tersebut. “Kegiatan clean up ini melibatkan berbagai pihak yang peduli dengan kelestarian Gunung Rinjani, sehingga tidak hanya dilakukan oleh pihak Balai TNGR, namun juga oleh kelompok-kelompok mandiri yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian alam,” tambah Yarman.
Peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunung Rinjani memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, terutama bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam industri pendakian, seperti trekking organizer, guide, porter, serta akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya. Wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam Rinjani, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap perekonomian lokal. Meskipun demikian, Yarman menekankan bahwa dampak positif ini harus diimbangi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Meskipun jumlah pengunjung yang datang semakin meningkat, kita tidak boleh melupakan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Rinjani. Mari bersama-sama menjaga agar gunung ini tetap bebas sampah, tidak hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujar Yarman, mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian lingkungan Gunung Rinjani.
Pentingnya kesadaran terhadap masalah sampah di Gunung Rinjani menjadi sorotan utama, mengingat kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat populer dan memiliki daya tarik luar biasa bagi wisatawan domestik maupun internasional. Keindahan alamnya, termasuk danau Segara Anak dan pemandangan gunung berapi yang menakjubkan, menjadikan Rinjani sebagai tempat pendakian yang sangat diminati. Namun, dengan semakin banyaknya pengunjung, masalah sampah yang dihasilkan juga semakin kompleks.
Untuk itu, Yarman mengajak semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan wisatawan, untuk tidak hanya menikmati keindahan alam Gunung Rinjani, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihannya. “Gunung Rinjani adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” ujarnya. Dengan kolaborasi yang baik dan kesadaran yang tinggi, Yarman yakin bahwa Gunung Rinjani bisa tetap menjadi gunung bebas sampah yang indah dan lestari.
