Tragedi di Solok Selatan: Kisah Haru di Balik Kematian Kasatreskrim AKP Ryanto Ulil Anshar

Tragedi di Solok Selatan: Kisah Haru di Balik Kematian Kasatreskrim AKP Ryanto Ulil Anshar

Magelang Pos – Kematian Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan, Ajun Komisaris Ryanto Ulil Anshar, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat. Sosoknya yang dikenal tulus, berprestasi, serta taat beribadah meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang mengenalnya. Sepupu korban, Fery Mangin, mengungkapkan bahwa Ryanto adalah pribadi yang setia pada tugas, menghormati keluarga, dan selalu mengutamakan ibadah.

Menurut Fery, tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan tragedi yang akan menimpa Ryanto. Namun, satu bulan sebelum kepergiannya, Ryanto sempat mencurahkan isi hati kepada ibundanya, Cristina Yun Abu Bakar, terkait beban tugas yang dirasakannya sebagai Kasatreskrim. Dalam curhat tersebut, Ryanto bahkan sempat menyampaikan keinginan untuk keluar dari kepolisian. Ibundanya, dengan kasih sayang seorang ibu, mencoba menguatkannya dan memberikan dukungan penuh melalui doa.

Ryanto dikenal sebagai pribadi yang lurus dan memiliki prinsip kuat. Dalam menjalankan tugas, ia tidak segan untuk mengatakan sesuatu yang menurutnya benar, bahkan jika itu tidak populer. Fery menggambarkan sepupunya sebagai seseorang yang bekerja dengan penuh kejujuran, tanpa kompromi terhadap hal-hal yang dianggap buruk. Prinsip ini, menurut Fery, mungkin menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi Ryanto dalam pekerjaannya.

Kesedihan keluarga semakin mendalam saat mengetahui bahwa Ryanto tewas di tangan rekannya sendiri, Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar. Sang ibunda, Cristina, merasa terpukul menerima kenyataan pahit ini. Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum tragedi terjadi. Saat jenazah Ryanto dalam perjalanan dari Padang ke Jakarta dan kemudian menuju Makassar, Cristina menyampaikan bahwa proses pemakaman akan dilakukan setelah keluarga berkumpul dan ibadah selesai dilaksanakan.

Cristina mengungkapkan keprihatinannya atas kasus ini dan berharap agar pelaku, AKP Dadang Iskandar, mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. Ia merasa tidak ada alasan bagi pelaku untuk melakukan tindakan tersebut, terlebih saat Ryanto sedang menjalankan tugas hingga larut malam. Cristina juga menuturkan rasa syok yang mendalam ketika mengetahui kematian anaknya menjadi berita viral di media sosial. Ia merasa berat menerima kenyataan bahwa putranya menjadi sorotan publik dalam kondisi seperti ini.

Keluarga besar Ryanto berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi institusi kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat luas. Mereka menuntut keadilan bagi Ryanto, seorang anggota Polri yang telah mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati dan dedikasi. Sosoknya yang penuh kebaikan akan selalu dikenang oleh keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya. Harapan besar keluarga adalah agar kebenaran terungkap dan hukuman yang sesuai dapat diberikan kepada pelaku demi keadilan.

Recommended For You

About the Author: admin 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *