<a href="https://www.freepik.com/free-photo/young-man-overwhelmed-with-pain-shoulder_7651879.htm#fromView=search&page=1&position=7&uuid=3dd00d07-34b4-43c0-900d-7f4ae367295c">Image by master1305 on Freepik</a>
Hai sobat Magelang Pos! Pernahkah kamu merasa nyeri atau kaku di area bahu? Rasa tidak nyaman ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika dibiarkan terus-menerus. Bahu nyeri adalah keluhan yang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Yuk, simak artikel ini untuk memahami apa saja penyebab bahu nyeri dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Postur Tubuh yang Buruk
Salah satu penyebab bahu nyeri yang paling umum adalah postur tubuh yang buruk. Duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk atau menggunakan gadget dalam waktu lama tanpa peregangan bisa memberikan tekanan berlebih pada otot bahu. Akibatnya, bahu menjadi tegang dan terasa nyeri.
2. Cedera atau Trauma
Bahu nyeri juga bisa disebabkan oleh cedera atau trauma, seperti terjatuh, kecelakaan, atau mengangkat benda berat dengan cara yang salah. Cedera ini dapat merusak otot, ligamen, atau tulang di sekitar bahu, sehingga menimbulkan rasa sakit.
3. Rotator Cuff Syndrome
Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang membantu menggerakkan bahu. Ketika area ini mengalami peradangan atau robekan, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan di bahu, terutama saat mengangkat lengan.
4. Frozen Shoulder
Frozen shoulder atau bahu kaku adalah kondisi di mana bahu terasa kaku dan sulit digerakkan. Kondisi ini biasanya terjadi karena peradangan atau adhesi di jaringan bahu. Jika tidak ditangani, frozen shoulder bisa membatasi gerakan bahu secara permanen.
5. Tendinitis
Tendinitis adalah peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Kondisi ini sering terjadi akibat aktivitas repetitif, seperti mengetik, bermain tenis, atau mengangkat beban. Tendinitis pada bahu dapat menyebabkan nyeri saat bergerak.
6. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kondisi degeneratif yang memengaruhi sendi, termasuk bahu. Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan di sendi bahu mulai aus, sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakan. Osteoarthritis biasanya terjadi pada orang yang berusia lanjut.
7. Bursitis
Bursitis terjadi ketika kantong cairan kecil di sekitar sendi bahu (bursa) mengalami peradangan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh cedera, infeksi, atau aktivitas yang berulang. Gejalanya meliputi rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan di area bahu.
8. Masalah Saraf
Bahu nyeri juga bisa disebabkan oleh masalah pada saraf, seperti saraf terjepit di leher atau punggung atas. Nyeri ini sering kali menjalar dari leher ke bahu dan bahkan hingga ke lengan. Kondisi ini memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
9. Stres dan Ketegangan Emosional
Stres dan ketegangan emosional dapat memengaruhi otot-otot tubuh, termasuk bahu. Ketika kamu merasa cemas atau tegang, otot di bahu cenderung menjadi kaku, sehingga menyebabkan rasa nyeri. Relaksasi dan olahraga ringan bisa membantu meredakan ketegangan ini.
10. Aktivitas Berlebihan
Melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, seperti berolahraga tanpa pemanasan atau mengangkat barang terlalu berat, dapat memicu rasa nyeri di bahu. Penting untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi otot-otot bahu agar tidak mudah cedera.
Kesimpulan
Bahu nyeri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari postur tubuh yang buruk hingga masalah kesehatan tertentu. Untuk mengatasi dan mencegah bahu nyeri, penting untuk mengenali penyebabnya dan mengambil langkah pencegahan, seperti menjaga postur tubuh, melakukan peregangan, dan menghindari aktivitas berlebihan. Jika nyeri terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli fisioterapi.
Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya, sobat Magelang Pos! Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kamu menjaga kesehatan bahu agar tetap fit dan bebas nyeri. Tetap jaga kesehatan, ya!
